PRAKTIS! Cara Menghitung Average Down Saham, 100% MUDAH

Cara Menghitung Average Down Saham - Apakah Anda pernah mendengar tentang istilah average down sebelumnya? Bisa dikatakan jika average down adalah salah satu istilah dalam dunia saham yang sangat penting untuk diketahui. Sayangnya, meskipun penting, masih banyak investor saham, terutama pemula yang belum mengetahui apa itu average down.

Cara Menghitung Average Down Saham


Padahal, average down adalah salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk menghadapi kondisi perekonomian yang cenderung kurang stabil dan berdampak pada harga saham di lantai bursa.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang pengertian dan cara menghitung average down saham demi investasi yang berjalan jauh lebih lancar.

Penasaran tentang informasi lengkap average saham? Simak ulasan selengkapnya!


Sekilas Tentang Average Down Saham

Secara singkat, apa yang dimaksud dengan average down adalah strategi investasi saham yang diterapkan dengan melakukan pembelian bertahap ketika harga saham di lantai BEI sedang mengalami penurunan. Umumnya, strategi ini tidak hanya digunakan dalam pembelian saham saja, melainkan juga dengan reksa dana.

Dengan menggunakan strategi average down, bisa dikatakan bahwa Anda memiliki kesempatan untuk menambah jumlah investasi dengan cukup signifikan. Tidak hanya itu, dikarenakan harga saham yang turun ketika membelinya, potensi keuntungan yang didapatkan cenderung lebih tinggi dan potensi kerugian cenderung lebih rendah.


Informasi bagaimana cara menghitung average down saham yang terdapat di jadwaloperasional.xyz bersifat sebagai sarana informasi dan bukan untuk tujuan komersial dan atau transaksi lainnya. JadwalOperasional selalu berupaya untuk menampilkan informasi seakurat mungkin.

Berikut merupakan informasi cara menghitung average down saham, data ini didapat dari penggunaan dan juga informasi di internet serta youtube yang didapat mimin.


Cara Menghitung Average Down Saham, 100% MUDAH


Disini mimin akan mencoba sharing dengan informasi bagaimana cara menghitung average down saham dengan dari yang paling mudah sampai pada pilihan lainnya. Kurang lebih isinya seperti berikut:

  • Ilustrasi dan cara menghitung average down saham.
  • Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Average Lot.

Untuk tau bagaimana detail mengenai proses cara menghitung average down saham, mari simak panduan lengkapnya berikut :


1#. Ilustrasi dan Cara Menghitung Average Down Saham

Untuk mengetahui cara menghitung average down, akan lebih mudah jika Anda membaca ilustrasi dari kasus tersebut.

Misalnya saja, Bani melakukan investasi saham di sebuah perusahaan CBD dengan membeli saham sebanyak 1 lot atau 100 lembar. Harga awal saham tersebut adalah Rp 500 per lembar.

Dari kondisi di atas, maka modal awal yang digunakan oleh Bani adalah Rp 500 x 100, yaitu Rp 50.000.

Nah, beberapa waktu kemudian, ternyata nilai saham perusahan CBD tersebut turun menjadi Rp 450 per lembar. Karena Bani berkeyakinan bahwa perusahaan CBD adalah perusahaan dengan fundamental yang bagus, maka ia mengambil opsi average down dengan kembali membeli saham sebanyak 1 lot.

Dalam tahapan ini, maka biaya yang dikeluarkan Bani untuk 1 lot saham adalah Rp 450 x 100, yaitu Rp 45.000.

Cara Menghitung Average Down Saham


Tidak lama setelah itu, harga saham CBD kembali turun ke angka Rp 400. Nah, Bani kembali melakukan pembelian 1 lot saham. Kali ini, ia memerlukan modal Rp 400 x 100m yaitu Rp 400.000.

Dari contoh di atas, Bani saat ini memiliki 3 lot saham di perusahan CBD dengan biaya masing-masing Rp 50.000, Rp 45.000 dan RP 40.000 dengan jumlah modal Rp 135.000.

Nah, dengan jumlah tersebut dibandingkan jumlah saham yang dimiliki, maka rata-rata pembelian harga saham Bani di perusahaan CBD adalah Rp 135.000/300 lembar, yaitu Rp 450.

Harga rata-rata saham perusahaan CBD di atas yang dibeli setelah average down tidak lagi Rp 500, melainkan RP 450 karena Bani membeli secara bertahap setelah harga sedang turun. Oleh karenanya, Bani hanya tinggal menunggu harga saham melebihi Rp 450 untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk menghitung average down, misalnya pada kasus di atas, berlaku rumus:

Average (AVG) = total tiap (harga x lot) / total lot


2#. Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Average Lot

Dari ilustrasi di atas bisa dikatakan jika average lot adalah salah satu strategi investasi saham yang cukup menguntungkan. Sebagaimana disinggung di awal bahwa dengan menerapkan strategi ini, maka Anda bisa memperbanyak lot saham yang dimiliki dengan risiko kerugian yang cenderung lebih kecil.

Hanya saja, terkait strategi saham satu ini, ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelumnya. Poin ini sangat penting agar nantinya Anda bisa menerapkan strategi yang tepat dan juga meminimalkan risiko kerugian yang bisa saja muncul.

Adapun beberapa hal yang penting diketahui terkait strategi average lot saham adalah sebagai berikut:

1. Tidak cocok untuk trader jangka pendek

Terkait penggunaan strategi ini, pastikan jika Anda bukan trader saham dalam jangka waktu yang pendek. Hal ini penting karena apabila Anda adalah trader yang menggunakan strategi average down sebagai cara untuk mengurangi kerugian karena penurunan nilai saham, maka strategi ini bisa dipastikan tidak akan berhasil.

Hal ini dikarenakan saham memerlukan waktu yang cukup lama untuk kembali naik ke harga normal. Nah, apabila Anda ingin mengurangi kerugian karena harga saham yang cenderung turun secara terus menerus, maka alternatif yang bisa dipilih adalah dengan menjual saham atau cut loss.


2. Persiapkan modal tambahan

Sebagaimana diketahui di awal bahwa strategi average down bertujuan untuk kembali membeli saham yang sama dengan harga yang lebih murah. Oleh karenanya, Anda harus mempersiapkan modal tambahan.

Ada baiknya jika Anda menyiapkan modal dengan alokasi khusus untuk mengantisipasi penurunan harga ketika melakukan investasi. Oleh karenanya, dengan adanya anggaran ini, maka ketika nilai saham minus, Anda bisa langsung melakukan average down. Hanya saja, tentu, pastikan uang yang digunakan untuk modal tambahan adalah uang dingin!


3. Lakukan analisis fundamental

Hal lain yang sangat penting dilakukan sebelum memutuskan untuk melakukan average down adalah dengan melakukan analisis fundamental. Ini adalah poin yang tidak boleh dilupakan karena analisis fundamental akan menentukan bagaimana jalannya investasi saham yang Anda lakukan tersebut.

Terkait analisis fundamental, pastikan jika perusahaan yang hendak dituju masih memiliki kinerja yang baik. Nah, jika hasil analisis menunjukkan bahwa fundamental perusahaan tersebut baik, Anda bisa melakukan average down secara bertahap.

Sebaliknya, jika Anda menemukan hasil analisis fundamental yang buruk, maka hindari melakukan average down. Jika Anda memaksakan diri, bisa saja harga saham perusahaan tersebut akan cenderung turun dari waktu ke waktu dan kerugian yang diderita pun akan semakin besar.


4. Perhatikan batasan penurunan

Ketika Anda melihat harga saham yang turun, maka jangan langsung melakukan average down dan berharap keuntungan dari strategi tersebut. Dalam hal ini, Anda harus memperhatikan batasan penurunan harga saham tersebut.

Nah, apabila harga saham sebuah perusahaan yang Anda miliki turun sekitar 20% namun pada saat yang bersamaan IHSG dalam keadaan damai, maka Anda perlu melakukan pengkajian ulang.

Selain itu, apabila ditemukan fakta bahwa penurunan harga dari saham perusahaan yang dimiliki tersebut diakibatkan oleh perubahan fundamental yang cukup signifikan dan bukan dipengaruhi oleh beberapa isu lainnya, maka hindari melakukan average down. Jika Anda berniat mengurangi kerugian, maka sebaiknya melakukan cut loss.


Beberapa hal di atas adalah hal-hal penting yang sebaiknya dipahami terkait average down agar strategi ini bukan menjadi boomerang yang membuat Anda menderita kerugian lebih banyak. Sebagai tambahan, sebelum melakukan average down, Anda juga harus memperhatikan likuiditas dari saham yang hendak Anda beli tersebut.

Memang, average down adalah strategi sekaligus peluang yang cukup menarik untuk dimanfaatkan. Namun, tanpa perhitungan yang matang, risiko kerugian lebih parah bisa didapatkan.


Apabila Sobatku masih pada bingung bagaimana cara menghitung average down saham, bisa dilihat video dari brother "Saham TV" berikut ya :


Akhir Kata

Itulah informasi terbaru dari JadwalOperasional mengenai informasi bagaimana cara menghitung average down saham.

Kita harus lebih lebih memahami memahami mengenai hal ini dan juga harus memperhatikan likuiditas dari saham tersebut.

Semoga artikel informasi bagaimana cara cara menghitung average down saham ini bermanfaat dan jangan lupa di share ya.

Terima kasih.

0 Response to "PRAKTIS! Cara Menghitung Average Down Saham, 100% MUDAH"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel