10+ Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros !

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros - Dalam kehidupan rumah tangga, keuangan adalah salah satu faktor penentu ketentraman hubungan. Meski tidak selalu berorientasi pada penghasilan besar dan uang melimpah, namun manajemen keuangan rumah tangga sangat dibutuhkan untuk mencapai perekonomian yang stabil.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros


Disini mimin akan memberikan informasi terbaru mengenai bagaimana Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros yang bisa dilakukan secara mudah dan tidak ribet.

Dengan memahami bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros, maka Sobat bisa lebih mudah memilah antara kebutuhan pokok, sekunder dan tersier. Hal ini tentu akan berdampak pada kestabilan keuangan dalam berbagai kondisi.


Lantas bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga secara baik?

Pada dasarnya, setiap pasangan memiliki cara dan trik sendiri dalam mengatur keuangannya. Hanya saja, ada beberapa poin penting yang perlu Sobat pertimbangkan dalam mengatur manajemen keuangan rumah tangga sehingga tidak boros.


10 Tips Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros !


Perlu Sobat ketahui, dalam manajemen keuangan rumah tangga, baik suami maupun istri memiliki peran masing-masing. Sehingga untuk mencapai keuangan yang stabil dan sehat harus didukung oleh kedua belah pihak.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros


Disini mimin akan menjelaskan 10 cara ter praktis dan termudah untuk tahu Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros yakni melalui :

  1. Hitung Semua Pendapatan Keluarga
  2. Tentukan Prioritas Pengeluaran
  3. Membuat Daftar Belanja Bulanan
  4. Catat Semua Pengeluaran Serinci Mungkin
  5. Sisihkan Uang Untuk Dana Darurat
  6. Pisahkan Tabungan dan Investasi
  7. Rasio Hutang Maksimal 30% dari Pemasukan
  8. Kurangi atau Hindari Penggunaan Kartu Kredit
  9. Beli Proteksi Dana Asuransi
  10. Lakukan Audit Secara Berkala

Jadi Sobatku bisa memilih Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros yang paling mudah diatas (sebenernya mudah semua sih).

Nah, berikut adalah beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros.


1#. Hitung Semua Pendapatan Keluarga

Jika dalam satu keluarga hanya ada satu orang yang bekerja, semisal suami adalah pekerja kantoran dengan gaji tetap setiap bulan, mungkin jumlah pendapatan akan sangat mudah diketahui.

Namun jika ada beberapa sumber income keluarga, baik dari suami maupun istri, maka langkah pertama yang harus Sobat lakukan adalah menghitung semua pendapatan.

Langkah ini sangat penting sehingga nantinya Sobat bisa mengalokasikan pendapatkan pada kebutuhan-kebutuhan primer, kemudian sekunder dan tersier.


2#. Tentukan Prioritas Pengeluaran

Seperti yang Sobat ketahui, kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga, yakni pokok, sekunder dan tersier. Dari ketiga macam kebutuhan tersebut, pastikan yang harus Sobat penuhi pertama kali adalah kebutuhan pokok atau primer.

Kebutuhan pokok di sini bukan hanya berupa makanan atau sewa tempat tinggal saja, namun juga termasuk cicilan bulanan, tagihan listrik dan air, biaya transportasi kerja dan biaya pendidikan anak.

Buat daftar prioritas serinci mungkin untuk memastikan pendapatan Sobat sudah masuk pada post yang tepat. Nah, jika post kebutuhan pokok sudah terpenuhi semua, Sobat bisa masuk pada post selanjutnya, yakni kebutuhan sekunder dan tersier seperti hang-out, traveling, belanja pakaian dan lain sebagainya.


3#. Membuat Daftar Belanja Bulanan

Untuk mencapai manajemen keuangan yang baik, belanja bulanan jauh lebih disarankan. Sebab, belanja dalam system grosir dirasa jauh lebih hemat dibanding ecer. Selain itu, Sobat juga dapat mengontrol jumlah pengeluaran bulanan dengan lebih mudah.

Lagi-lagi, Sobat perlu memperioritaskan mana barang yang termasuk kebutuhan primer dan tersier. Kebutuhan pokok seperti beras, minyak, hingga susu anak bisa menjadi prioritas Sobat dalam membuat daftar belanja bulanan.

Usahakan jika barang yang Sobat beli bisa digunakan hingga satu bulan penuh. Dengan begitu Sobat tidak perlu memikirkan biaya belanja tambahan.


4#. Catat Semua Pengeluaran Serinci Mungkin

Mungkin banyak diantara Sobat yang masih sering malas untuk mencatat pengeluaran harian secara rinci. Padahal, dengan mencatat semua pengeluaran harian, maka Sobat bisa mengevaluasi kondisi keuangan rumah tangga dengan lebih mudah.

Sobat juga bisa membuat laporan keuangan sederhana yang mencakup saldo uang, pengeluaran harian dan kebutuhan lain. Gunakan bantuan aplikasi mobile untuk mencatat semua pengeluaran dan pemasukan Sobat secara mudah.

Umumnya, aplikasi keuangan tersebut sudah dilengkapi dengan laporan keuangan sederhana yang bisa Sobat jadikan sebagai bahan evaluasi.


5#. Sisihkan Uang Untuk Dana Darurat

Mengalokasikan sebagian uang untuk dana darurat bisa dikatakan wajib. Sama halnya dengan menabung, cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros ini juga mengharuskan Sobat untuk menyisihkan sebagian uang agar tidak digunakan saat itu juga.

Nantinya dana darurat bisa Sobat gunakan ketika ada kebutuhan mendadak yang tidak bisa dipenuhi dengan uang bulanan. Dengan memiliki dana darurat sendiri, maka kondisi keuangan bulanan Sobat tetap akan stabil.

Tapi perlu diingat, dana darurat di sini sebaiknya tidak digabungkan dengan tabungan masa depan. Sebab konsep dana darurat ialah tabungan yang bisa digunakan sewaktu-waktu ketika Sobat membutuhkan.

Jika dana darurat Sobat digabungkan dengan tabungan jangka panjang, kemungkinan dapat menganggu “kesehatan” tabungan Sobat.


6#. Pisahkan Tabungan dan Investasi

Selain memisahkan dana darurat dan tabungan, Sobat juga perlu memisahkan antara tabungan dengan investasi. Mengingat keduanya memiliki tujuan berbeda, yang mana tabungan dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tertentu yang membutuhkan nominal besar.

Sedangkan investasi dilakukan untuk menjamin kehidupan hari tua Sobat. Dilihat dari tujuan dan fungsinya ini, investasi juga termasuk post penting yang harus Sobat penuhi.

Sisihkan minimal 5% dari total penghasilan Sobat untuk investasi jangka panjang. Nah, untuk investasi jangka panjang sendiri, Sobat lebih disarankan untuk memilih jenis investasi yang low risk.


7#. Rasio Hutang Maksimal 30% dari Pemasukan

Satu kesalahan yang sering kali dilakukan oleh orang-orang yang dapat berakibat fatal pada kehidupan finansialnya yaitu tidak menjaga rasio hutangnya.

Dalam ilmu ekonomi, rasio hutang sangat tidak disarankan lebih dari 30% dari pemasukan. Jika pun Sobat terpaksa untuk berhutang, maka cukup gunakan untuk hal-hal pokok.

Dengan menjaga rasio hutang agar tidak lebih dari 30%, maka alokasi dana Sobat pun bisa dibagi dengan lebih mudah.


8#. Kurangi atau Hindari Penggunaan Kartu Kredit

Meski tujuan awal penggunaan kartu kredit adalah untuk memudahkan Sobat dalam bertransaksi, sayangnya kemudahan tersebut justru sering kali membuat Sobat menjadi boros.

Sebagai gambaran, ketika Sobat melihat barang incaran namun kondisi keuangan sedang tidak mendukung, tentu Sobat akan langsung mengSobatlkan kartu kredit sebagai penolong pertama.

Nah, kebiasaan seperti ini yang nantinya dapat merusak manajemen keuangan rumah tangga. Terlebih jika yang Sobat belanjakan adalah barang-barang tersier yang sifatnya tidak bisa diperjual belikan kembali.


9#. Beli Proteksi Dana Asuransi

Walaupun sudah memiliki tabungan jangka panjang dan dana investasi, tidak ada salahnya jika Sobat memaksimalkan persiapan finansial masa depan dengan membeli proteksi dana asuransi.

Jenis asuransi sendiri sangat beragam, mulai dari asuransi jiwa, kesehatan hingga asuransi property dan kendaraan.

Tentu tidak semua asuransi tersebut harus Sobat beli. Cukup pilih salah satu atau beberapa asuransi pokok yang menetapkan premi sesuai kemampuan Sobat, semisal asuransi kesehatan.


10#. Lakukan Audit Secara Berkala

Seperti yang sudah disinggung di atas, Sobat perlu membuat rincian pengeluaran dan pemasukan keuangan sebagai bahan evaluasi.

Cek kembali pengeluaran Sobat setiap bulannya, dan audit post-post yang dianggap kurang penting untuk dialihkan pada post yang lebih krusial.

Pengecekan secara berkala ini juga berfungsi untuk mengontrol pengeluaran yang tidak terkendali.


Sepuluh cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros di atas perlu untuk Sobat terapkan bersama pasangan dan anggota keluarga lain.

Dengan kehidupan ekonomi yang sehat dan stabil, diharapkan kesejahteraan dan ketentraman rumah tangga pun akan lebih mudah tercapai.


Akhir Kata

Itulah informasi terbaru mengenai Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros dari jadwaloperasional.xyz

Langkah ini sangat praktis menurut mimin karena bisa dilakukan tanpa perlu ribet.

Semoga artikel Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros ini bermanfaat buat Sobat semua.

Jangan lupa di share ya.

Terima Kasih.

0 Response to "10+ Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros !"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel